Balikpapan — Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) di Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan penerapan X-Fire, inovasi bahan pemadam kebakaran yang dikembangkan dari gagasan Mabes Polri untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan secara lebih efektif.
Kegiatan dilaksanakan bersama personel Brimob sebagai bagian dari rangkaian PKDN. Melalui kegiatan tersebut, para Serdik melihat secara langsung bagaimana inovasi teknologi dapat dimanfaatkan dalam menghadapi salah satu persoalan strategis di Kalimantan Timur, yaitu kebakaran hutan dan lahan.
Dalam pelaksanaannya, X-Fire digunakan untuk melihat kemampuannya dalam membantu mempercepat pemadaman, menurunkan temperatur, menjangkau media yang terbakar, mengoptimalkan penggunaan air, serta mengurangi potensi api kembali menyala atau re-ignition.
Penerapan X-Fire juga disandingkan dengan penggunaan air biasa dan bahan pemadam lainnya sehingga dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik serta efektivitas penggunaannya di lapangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran strategis Serdik Sespimti Dikreg 36. Para peserta tidak hanya mengkaji persoalan Karhutla dari aspek kebijakan dan manajemen, tetapi juga terlibat langsung dalam melihat penerapan alternatif solusi berbasis inovasi dan teknologi.
Pengembangan teknologi tersebut juga memiliki nilai strategis dalam mendukung perlindungan kawasan Ibu Kota Nusantara dari ancaman Karhutla.
“Melalui PKDN, para Serdik kita dorong tidak hanya mampu mengidentifikasi persoalan, tetapi juga mencari alternatif solusinya. Karhutla harus dijawab dengan kolaborasi, kesiapan operasional, dan inovasi teknologi. Penerapan X-Fire ini menjadi salah satu upaya untuk melihat bagaimana inovasi dapat dikembangkan dalam mendukung penanganan Karhutla yang semakin efektif.”
