Kutai Barat – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Satgas Pangan Polda Kalimantan Timur bersama Polres Kutai Barat menggelar kegiatan pengecekan dan pengawasan terhadap ketersediaan serta harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat, instansi terkait, serta unsur Forkopimda. Turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Ir. Anny Mulyani, M.Si. selaku Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Maino Dwi Hartono, S.TP., M.P. selaku Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Nasional, Haris Kurniawan, S.I.K., S.H., M.Si. selaku Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim, serta Khoirul Umam, S.TrK., S.I.K., M.H. selaku Kasat Reskrim Polres Kutai Barat. Hadir pula pejabat daerah lainnya dari unsur Satpol PP, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat.
Tim melakukan pengecekan di sejumlah pasar tradisional, gudang distributor, serta pusat perbelanjaan di wilayah Kutai Barat. Fokus pengawasan meliputi ketersediaan stok, stabilitas harga, serta kualitas bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, tepung, telur, dan daging. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan masa kedaluwarsa dan kelayakan produk guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Kutai Barat, AKP Khoirul Umam, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
“Kami ingin memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk mengambil keuntungan secara tidak wajar. Satgas Pangan akan terus melakukan monitoring secara berkala,” ujarnya.
Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan, diharapkan kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri dapat terpenuhi dalam kondisi aman, cukup, dan terjangkau. Dengan demikian, stabilitas Kamtibmas di wilayah Kutai Barat tetap terjaga dan masyarakat dapat menyambut Hari Raya dengan tenang.
